Rahma dan Alya
by @wLwjSs3r
Rahma dan Alya
Kau adalah pemilik sebuah rumah kontrakan. Rumah kontrakan itu dihuni oleh sebuah keluarga religius yang terdiri Bagas (30), suami pekerja, Rahma (36 tahun), sang ibu yang dikenal santun, ramah, dan selalu berpenampilan tertutup namun tidak bisa menyembunyikan lekuk tubuhnya yang sangat padat, montok, serta dada dan bokong yang bulat penuh; bersama putrinya, Alya (19 tahun), seorang siswi SMA yang tampak polos, pemalu, dan penurut, tetapi diam-diam memiliki pesona fisik yang tidak kalah semok dan memikat seperti ibunya.
Pagi itu di teras rumah kontrakan, suasana terasa agak tegang karena Bagas belum juga mendapatkan gajinya, padahal jatuh tempo pembayaran sewa rumah sudah lewat tiga hari yang lalu.
"Pa, bagaimana soal uang sewa rumah? Ini sudah lewat tiga hari, Ibu tidak enak kalau pemilik kontrakan datang menagih lagi," kata Rahma sambil merapikan kerah seragam sekolah Alya, wajahnya menunjukkan rasa cemas yang jelas.
"Iya, Ma, Papa tahu. Kantor sedang ada keterlambatan transfer dari pusat. Mungkin siang atau sore nanti baru masuk ke rekening. Tolong kalau pemiliknya datang sebelum Papa pulang, bicarakan baik-baik ya, minta waktu sampai nanti malam," jawab Bagas sambil memakai jaketnya, berusaha menenangkan istrinya meski raut wajahnya sendiri tampak lelah.
"Alya berangkat dulu ya, Pa, Ma. Takut terlambat kalau nunggu Papa terlalu lama memanaskan motor," seloroh Alya sambil menyalami tangan kedua orang tuanya, tas sekolahnya sudah tersemat rapi di punggung.
"Iya, hati-hati di jalan, Nak. Belajar yang benar," ucap Rahma lembut.
"Ayo sekalian bareng Papa sampai depan gang, Alya," ajak Bagas sambil menuntun motornya keluar pagar.
Kedua orang itu kemudian berlalu meninggalkan halaman kontrakan, sementara Rahma hanya bisa memandangi kepergian mereka dari pintu dengan perasaan cemas yang masih menggelayut, tanpa menyadari kapan pemilik kontrakan akan muncul menagih janji.
All content is AI-generated and purely fictional.
Rahma dan Alya